Komik "Hidup itu Indah"
Malam 3 Juni 2011 lalu secara mendadak Aji Prasetyo, penulis komik Hidup Itu Indah, meminta saya untuk menjadi salah satu pembedah karya dia yang baru memasuki cetakan kedua (cetakan revisi). Pertama saya kaget, karena bayangkan saja 4 Juni 2011 buku itu akan dibedah di Perpustakaan Umum Kota Malang, beberapa jam menjelang acara tersebut saya ditunjuk jadi pembedah. Saya menjadi bingung karena tidak tahu apa yang harus dibedah. Aji meminta saya untuk membedah dari sisi blogging karena karya Aji yang dibukukan tersebut berawal dari interaksi dia dengan blogger lewat blognya dan tentu saja karena saya aktif di Bloggerngalam.
Bermula dari blogging itulah akhirnya tanggapan dari berbagai kalangan atas eksistensi karya Aji mulai berdatangan. Aji sendiri sebenarnya ketika blogging sudah melakukan setidaknya beberapa tahap dalam menyebarluaskan karya dia, saya menyebutnya tahap 3P: penulisan, publikasi, dan pendistribusian. Dengan kata lain Aji sudah menjadi penulis, penerbit, dan distributor karyanya sendiri.
Tak hanya itu, Aji sepanjang pantauan saya juga aktif di Facebook dan Politikana, bahkan beberapa artikel yang dia unggah tergolong artikel yang memiliki pesan yang singkat padat dan jelas alias gak keakehan cangkem. Aji menuliskan pemikirannya dalam bentuk komik, sebuah cara yang bagi awam merupakan sarana paling mudah untuk memahami sebuah kritik sosial. Persoalan-persoalan yang dibawa oleh Aji merupakan peristiwa yang hangat diperbincangkan di masyarakat. Sebut saja masalah Peraturan Daerah (Perda) tentang penutupan lokalisasi, RPM Konten, pornografi sebagai sumber bencana alam, tergilasnya budaya bangsa Indonesia oleh westernisasi dan arabisasi, ormas radikal, sosial ekonomi, perang Jawa dan lain-lain.
Saya tidak begitu ahli dalam menilai grafis atau desain sebuah karya seni, tetapi sekilas saya melihat Aji membuat komiknya dengan cara manual, seperti semboyan kebanggaanya "manual is the best, apologi bagi yang gaptek". Kritik sosial Aji atas peristiwa terkini disajikan dengan bahasa yang mudah dan renyah. Saya jadi teringat dengan salah satu komikus online, Niwat0ri, yang juga sering membuat komik strip atas berbagai peristiwa yang sedang hangat. Kategori komik karya Aji ini mempunyai klasifikasi "Dewasa", dengan kata lain komik ini dapat dipahami oleh pembaca yang sudah dewasa secara pikiran dan (mungkin) fisik.
Komik ini juga ternyata mendapatkan "red notice" dengan dicekalnya oleh toko buku Gramedia dan jaringannya karena mendapat tekanan dari seseorang yang misterius. Akibat ancaman dan tekanan terhadap Gramedia itu komik yang tadinya dijual bebas sekarang ditarik dari peredaran (retur). Dari sisi ekonomi, sebenarnya Gramedia tidak diuntungkan dengan pencekalan tersebut. Untuk itulah saya dan teman-teman berusaha mencari tahu sampai detik ini sebenarnya apa yang atau siapa yang melakukan tekanan agar komik tersebut tidak boleh dijual oleh Gramedia dan jaringannya. Komik dari Aji Prasetyo sendiri dapat kita nikmati pada halaman blognya di Multiply, Klewang.
Beberapa karya Aji yang terpajang pada blognya:
Semoga dikemudian hari semakin banyak lahir Aji-aji yang lain untuk menghidupkan kreatifitas dan mempunyai pemikiran kritis terhadap kondisi epolisosbudhankam Indonesia yang kita cintai ini
Sam.
nb: ini bukan postingan berbayar macem #TwitBerbayar di Twitter itu ya....dan bukan juga buat marketing, cuma mengungkapkan fakta sebenar-benarnya....





